Sejarah dan aspek Ilmiah Lemari Es

Sejarah dan aspek Ilmiah Lemari Es

Di Indonesia , kulkas atau lemari es dikenalkan sejak masa penjajahan kolonial Belanda . Sebutan kulkas yang kita kenal sampai saat ini berasal dari bahas Belanda yaitu koelkast.  Perlu diketahui , sebenarnya prototype atau model teknologi  lemari es ( kulkas ) pertama kali diungkapkan oleh seorang ilmuwan Jerman Bernama Carl Paul Gottfried Von Linde pada tahun 1876.Kemudian , prototype tersebut dikembangkan oleh general Electric Company tersebut dipimpin oleh seorang ilmuwan Prancis bernama Abbe Audiffren pada tahun 1911.
Sebelum menemukan alat pendingin ( refigerator ) , para penemu  sebelumnya memperhatikan beberapa aspek ilmiah sebagai berikut :

A. Energi
Kajian mengenai energi sudah ada sebelum penemuan kulkas . Secara umum energi diartikan sebagai kemampuan melakukan sesuatu untuk menghasilkan kerja atau usaha . Energi dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu Energi Potensial dan energi kinetik . Energi Kinetik adalah energi ketika sebuah benda diam bergerak atau berpindah letaknya . Energi potensial adalah energi saat benda dalam keadaan diam. Menurut hukum kekekalan enegi , energi sebuah benda tidak dapat hilang , tetapi energi tersebut dapat berubah bentuknya .
B. Suhu atau Temperatur

   Suhu atau Temperatur adalah derajat panas atau derajat dingin suatu benda . Suhu memberikan informasi mengenai keadaan benda , apak benda tersebut  hangat , dingin , atau panas. Apabila suhu sebuah benda berubah , akan diikuti perubahan fisik benda tersebut . Untuk mengukur keadaan suhu sebuah benda dibutuhkan sebuah alat yaitu Thermometer . Didalam thermometer terdapat 4 jenis skala sebagai penunjuk besaran suhu yaitu celcius , Fahrenheit , Reamur dan Kelvin.

C. Perubahan wujud zat .

Zat merupakan sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang . Secara umum terdapat tiga wujud Zat  yaitu padat ,cair dan gas .

D. Kalor

Kalor merupakan sebuah bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang menyebabkan terjadinya perubahan suhu dan wujud sebuah benda. Zat yang memiliki suhu lebih tinggi akan mentransferkan energi kalornya pada zat yang memiliki suhu lebihrendah . Peristiwa ini dikenal sebagai perpindahan kalor ( heat Transfer ). Perpindahan kalor dapat terjadi dengan tiga cara yaitu konduksi , konveksi , dan radiasi.

  • Konduksi merupakan perpindahan kalor menggunakan perantara sebuah benda , seperti : kayu , besi atau benda lainnya.Perpindahan kalor secara konduksi tidak diikuti oleh perpindahan partikel perantaranya. Misalnya saat Sebatang besi dipanasi pada salah satu ujungnya, setelah beberapa detik , ujung yang lain akan terasa panas.
  • Konveksi hampir serupa dengan perpindahan kalor secara konduksi . Perbedaannya terletak pada media yang dilewati saat terjadi perpindahan kalor . Media yang digunakan biasanya adalah air atau bisa juga sejenis gas cair .
  • Radiasi merupakan perpindah kalor tanpa menggunakan media perantara . Misalnya pancaran  sinar matahari dapat di rasakan dari bumi.

Dari kajian ilmiah diatas untuk membentuk sebuah mesin pendingin diperlukan sebuah alat yang dapat menyedot panas dan membuangnya keluar ruang sehingga temperatur ruang menjadi turun dan terasa dingin . Agar kondisi ruangan dengan temperatur rendah bisa di pertahankan , diperlukan sebuah isolator yang dapat  menghalangi energi antikalor tidak keluar.

Dengan begitu konstruksi lemari es dibuat setebal mungkin menggunakan bahan isolasi yang dapat mencegah energi anti kalor .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: